Hari berganti..
Suatu kala..
Adalah waktu setengah bulan yang tertutup awan..
Malam ini akan menjadi mendung..
Sepi..
Dan sunyi..
Ketika hujan turun dan basahi baju cokelat..
Ku menepi dan tertunduk..
Dingin..
Dan hanya bisa termenung dan memendam sementara..
Ah.. Waktu yang tepat untukku menangis..
Setidaknya, kini pohon apel tempat ku berteduh
Dapat menjadi saksi kesedihanku yang terlalu dalam..
Tiba-tiba tubuhku terjatuh seketika..
Hingga aku tak sadar apa yang terlewat 1 detik sebelumnya..
Ah.. Apa ini..
Tidak.. Tidak ada darah..
Namun.. Sebegitu sakitnya..
Kepala.. Tak ada apa-apa..
Aku menindih tanah..
......
Dalam gelap,
Mata yang terpejam mulai terbuka..
Ya Allah..
Dunia yang indah..
Seketika mata mulai beradaptasi..
Sangat terang.. Cahaya dimana-mana..
Apakah ini hadiah untukku.. Namun.. Dimanakah ini..
Diriku masih setengah sadar saat menemukan..
Malaikat didepanku..
''Bangunlah.. Engkau masih didunia''
"Dimanakah ini..? Semuanya begitu tenang.."
"Sekarang, kamu lihat pohon itu..?"
"Iya.."
"Pergilah kesana.. Dan lihat aku saat engkau telah sampai.."
Kulangkahkan kaki.. Sebegitu perlahannya..
Pelan.. Pelan..
Sangat ringan.. Tidak terasa bisa seperti ini..
"Sudah sampai..?"
"Uh.. Um.. Sudah.."
"Sekarang.. Beristirahatlah.. dan tenangkan pikiranmu.."
Kini, pohon ini.. Izinkan aku duduk dibawahnya..
Dan tubuh besarnya menjadi sandaran punggungku..
Ah..
Aku terlelap kembali..
Aku bisa merasakan begitu indahnya tempat ini..
Tenang.. Sejuk.. Damai..
Tak ada pertengkaran..
Keributan..
Dan permusuhan..
Ketika itu.. Aku bisa merasakan seseorang menghampiriku..
Tubuhnya begitu mungil dan hangat..
Dia datang kepadaku.. Dan duduk di pangkuanku..
Menyenderkan kepalanya dipundakku..
"Siapa dia.."
"Malaikat kecilmu.."
Aku tak bisa merasakan kebingungan..
Dan tak ada pertanyaan yang terlintas dibenakku..
Begitu tenangnya diriku..
Hingga aku hanya bisa tersenyum..
Dan seketika.. Air mata jatuh..
Lalu memeluknya dengan erat..
"Dengarkan aku..
Kini, adalah saat dimana kamu mungkin merasa pailit dan sulit..
Saat-saat dimana engkau akan dirudung resah dan rindu..
Sedih, dan tak bisa berpikir dan berkata seperti dirimu sebenarnya..
Janganlah takut..
Kami, akan selalu mendo'akanmu..
Mendukungmu, dan tanpa engkau sadari..
Kami mendorongmu dari belakang saat sebentar lagi, engkau sampai puncak..
Kami menjadi tangan-tanganmu yang lain ketika pekerjaanmu begitu banyak..
Dan kami, membantumu berdiri dikala engkau jatuh..
Biarlah kami berjalan begitu jauh..
Biarlah kita berjalan begitu jauh..
Namun engkau agar tetap dapat membuat kami tersenyum..
Tetap semangat.. Tetap berjuang.. Dan tetap tersenyum..
Kami, akan selalu bersamamu..
Tanpa engkau sadari.. Dan engkau sadari..
Selamanya..
Unknown
DeveloperAssalamu'alaikum.. Just an ordinary person, was a santri at Nurul Fikri Boarding School, an now as a lessoner at SMAN 1 Serang City. More information, contact !

0 komentar:
Posting Komentar