Bulan yang Kembali Ber-Cahya

by 21.04 1 komentar
Menyendiri dalam kesedihan
Terkadang tak membuatku semakin kuat
Memang betul kata mereka
Hati, punya kapasitasnya untuk memendam
Meredam masalah yang terus berkobar
Dan menyimpan rahasia yang tak mereka tahu

Kuceritakan pada rembulan
Yang terus bersinar, namun terkadang tertutup Awan gelap
Yang selalu ada menemaniku, dan merindukan kami
Ketika awan datang menyelimuti gelap
Dan menghalangi Cahaya rembulan itu
Minggir kau awan!
Yang membuat sinar itu terkadang menjadi redup..

Dan lalu tiba-tiba..
Rembulan menangis..
Awalnya rintih, rintih
Lama-lama ku ikut bersedih
Per tetes dan tetesan itu semakin deras..
Satu..
Dua..
Tiga..
Empat..
...
Sembilan puluh sembilan, dan..
Sudah.. cukup, hentikanlah..

Berhentilah..
Ku mohon.. berhentilah menangis..
Aku takut dengan-Nya
Aku takut dicambuk malaikat..
Berhentilah menangis, dan ku mohon..

Ketika kini
Pemuda itu ingin rembulan bersinar kembali
Tersenyum kembali, dan senyumnya membuatku malu akan rembulan yang terlalu indah
Uniknya saat kurindu akan mereka, Rembulan
Dimanakah Cahaya itu
Yang terhalang oleh awan, yang membuat bersedih
Tersenyumlah, dan jangan bersedih
Agar ku dapat sampaikan mengenai mereka
Agar ku dapat bercerita kepada-Nya
Dan kepada mereka..
Kepadanya..

Unknown

Developer

Assalamu'alaikum.. Just an ordinary person, was a santri at Nurul Fikri Boarding School, an now as a lessoner at SMAN 1 Serang City. More information, contact !

1 komentar:

  1. "dan Orang -Orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya." InsyaAllah. lillahi ta'ala

    BalasHapus